AURA MO3
Didalam Cahaya Auramu
Terpancar siapa sebenarnya kamu
Dalam warna-warni Biru semu
Dalam warna-warni Ungu semu
Merah semu, Kuning Emas semu
Itulah Warna-warni Nyawanya Raga
Bagi yang melihatnya dengan Mata Ketiga
Meram Tenteram, pejam-pejam mata
Tuhan ada dekat kita, ternyata
Lebih dekat dari dua Kelopak Mata
DiAlam Semesta banyak y,,,
Melawan Tangan yang Memelihara,
Mencinta,,,,
Sabar bagiku,
sabar juga baginy,,,
Terjadi apa yang diinginkanNya
Kita hanya boleh mempersembahkan Kata-kata
Selalu diharapkanNya agar kita Tulus
Minta Pintu yang termulya,
isinya hanya dengan keikhlasan semata
Yang dikemas Syukur berlapis berjuta-juta
Maka Auramu jadi Warna kuning keemasan spt Mentari
Pelangi itu telah Menyatu,
menjadi Sang Peri
Itulah Auramu yang siuman dari Mati Suri
Dan menyebar cahaya
Terpancar siapa sebenarnya kamu
Dalam warna-warni Biru semu
Dalam warna-warni Ungu semu
Merah semu, Kuning Emas semu
Itulah Warna-warni Nyawanya Raga
Bagi yang melihatnya dengan Mata Ketiga
Meram Tenteram, pejam-pejam mata
Tuhan ada dekat kita, ternyata
Lebih dekat dari dua Kelopak Mata
DiAlam Semesta banyak y,,,
Melawan Tangan yang Memelihara,
Mencinta,,,,
Sabar bagiku,
sabar juga baginy,,,
Terjadi apa yang diinginkanNya
Kita hanya boleh mempersembahkan Kata-kata
Selalu diharapkanNya agar kita Tulus
Minta Pintu yang termulya,
isinya hanya dengan keikhlasan semata
Yang dikemas Syukur berlapis berjuta-juta
Maka Auramu jadi Warna kuning keemasan spt Mentari
Pelangi itu telah Menyatu,
menjadi Sang Peri
Itulah Auramu yang siuman dari Mati Suri
Dan menyebar cahaya

Komentar
Posting Komentar